+62 878-2500-0482 [email protected]

PKBM Plus Babussalam Kombinasikan Kebugaran dan Kesiapsiagaan: Senam Massal dan Pelatihan Mitigasi Bencana

Hari ini, PKBM Plus Babussalam menyelenggarakan dua agenda besar bagi santri jenjang Mutawassithah dan Tsanawiyyah yang dikemas dalam satu rangkaian kegiatan bertema kesehatan dan keselamatan. Kedua agenda tersebut adalah Senam Anak Indonesia Hebat dan Simulasi Mitigasi Bencana di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk santri yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga siaga dan tanggap terhadap potensi bencana, baik kebakaran maupun gempa bumi.


Agenda Pertama: Senam Anak Indonesia Hebat – Sehat, Ceria, dan Semangat

Pagi hari dimulai dengan semangat kebersamaan. Seluruh santri Mutawassithah dan Tsanawiyyah berkumpul di lapangan utama untuk mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat. Dengan iringan musik yang ceria, para santri bergerak kompak mengikuti setiap instruksi gerakan senam.

Kegiatan senam massal ini bertujuan untuk:

Meningkatkan kebugaran jasmani santri.

Membangun semangat positif sebelum memulai aktivitas belajar.

Mempererat kebersamaan dan kekompakan antar santri lintas jenjang.

Suasana pagi yang segar ditambah dengan tawa dan keceriaan membuat kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan penuh energi positif.


Agenda Kedua: Simulasi Mitigasi Bencana – Siaga Kebakaran dan Gempa Bumi

Setelah senam dan istirahat sejenak, kegiatan dilanjutkan dengan agenda utama yaitu Simulasi Mitigasi Bencana. Materi yang disampaikan berfokus pada dua jenis bencana yang paling mungkin terjadi di lingkungan sekitar, yaitu kebakaran dan gempa bumi.

1. Penanganan Kebakaran: Penggunaan APAR dan Teknik Memadamkan Api

Para santri mendapatkan pelatihan teori dan praktik mengenai kebakaran, yang meliputi:

  • Pengenalan jenis-jenis kebakaran berdasarkan sumber api.

  • Cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan metode yang benar (menarik pin, mengarahkan selang, menekan tuas, dan menyapu api).

  • Simulasi memadamkan api secara langsung menggunakan APAR dengan pendampingan instruktur dari tim tanggap darurat.

Para santri terlihat antusias saat diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara memadamkan api. Mereka belajar bahwa keselamatan diri adalah prioritas, namun jika mampu dan terlatih, memadamkan api sejak dini dapat mencegah kebakaran yang lebih besar.

2. Antisipasi Gempa Bumi: Langkah Perlindungan Diri

Selanjutnya, para santri dibekali dengan pengetahuan dan simulasi tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, antara lain:

  • Langkah-langkah perlindungan diri saat gempa terjadi: merunduk, berlindung di bawah meja atau struktur yang kuat, serta melindungi kepala.

  • Evakuasi mandiri melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.

  • Titik kumpul aman di area terbuka, jauh dari bangunan, tiang listrik, dan pohon tinggi.

  • Pertolongan pertama pada diri sendiri dan orang lain pasca gempa.

Simulasi dilakukan dengan sirine peringatan, di mana para santri mempraktikkan langkah demi langkah penyelamatan diri secara tertib dan cepat.


Tujuan Pelaksanaan Kegiatan Mitigasi Bencana

Adapun tujuan dari agenda simulasi mitigasi bencana ini adalah:

Meningkatkan kesadaran santri terhadap potensi risiko bencana di lingkungan sekolah.

Membekali keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat.

Mengurangi risiko cedera atau korban jiwa saat bencana benar-benar terjadi.

Membangun budaya siaga sejak dini di lingkungan pendidikan.

PKBM Plus Babussalam berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala dengan cakupan materi yang lebih luas. Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah atau tim penyelamat, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk di lingkungan pesantren.

“Dengan tubuh yang sehat melalui senam, dan kesiapan mental melalui simulasi bencana, semoga santri Babussalam menjadi generasi yang tangguh, siaga, dan selalu dalam lindungan Allah SWT.”

 


Tetap Terhubung dengan Kami

Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya: