Pondok Pesantren Babussalam Kedatangan Tamu Istimewa, Syaikh Fahd bin Hasan al-Wad’an, dalam Dua Sesi Kajian: Akhlak Penuntut Ilmu dan Seni Berinteraksi dengan Santri
Suasana khidmat dan penuh semangat keilmuan menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Babussalam pada hari [Tanggal]. Para santri dan asatidz mendapat kesempatan berharga untuk menghadiri dua sesi kajian spesial yang dibawakan oleh Syaikh Fahd bin Hasan al-Wad’an, seorang ulama dan pengajar yang kompeten di bidangnya.
Kedatangan Syaikh Fahd disambut antusias oleh seluruh keluarga besar Babussalam. Dalam kunjungannya, beliau menyampaikan dua materi penting yang disesuaikan dengan kebutuhan santri dan para pendidik.
Sesi Pertama (Siang): “Urgensi Akhlak bagi Penuntut Ilmu”
Pada sesi siang yang dihadiri oleh para santri, Syaikh Fahd bin Hasan al-Wad’an menyampaikan kajian bertema “Urgensi Akhlak bagi Penuntut Ilmu” . Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa dalam tradisi keilmuan Islam, ilmu dan akhlak adalah dua hal yang tak terpisahkan. Sebagaimana diajarkan dalam kitab-kitab klasik seperti Ta’limul Muta’allim, keberhasilan seorang penuntut ilmu sangat ditentukan oleh sikapnya, terutama dalam menghormati guru dan menjaga adab dalam menuntut ilmu .
Beliau mengingatkan para santri bahwa tanpa akhlak yang baik, ilmu yang diperoleh berpotensi kehilangan keberkahan dan manfaatnya. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
-
Kedudukan guru sebagai pembimbing ruhani dan intelektual yang harus dihormati.
-
Sikap tawadhu’ (rendah hati) sebagai kunci utama dalam menerima ilmu.
-
Menjaga lisan dan perilaku baik di dalam maupun di luar majelis ilmu.
-
Kesungguhan dan niat yang lurus karena Allah dalam setiap langkah menuntut ilmu.
“Ilmu yang bermanfaat hanya akan menetap di hati yang bersih dan rendah hati. Muliakan gurumu, niscaya ilmumu akan diberkahi,” pesan Syaikh Fahd dalam kajiannya .
Sesi Kedua (Sore): “Seni Berinteraksi dengan Para Penuntut Ilmu”
Pada sesi sore, giliran para asatidz dan asatidzah Babussalam yang mendapat kesempatan khusus untuk mengikuti kajian bertema “Seni Berinteraksi dengan Para Penuntut Ilmu” . Materi ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik dengan pendekatan yang lebih bijak dan efektif dalam mendampingi santri.
Syaikh Fahd bin Hasan al-Wad’an menyampaikan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi pembimbing ruhani yang mampu memahami karakter dan kebutuhan santri. Interaksi yang baik antara guru dan murid akan menciptakan lingkungan belajar yang penuh keberkahan .
Beberapa poin yang ditekankan dalam sesi ini:
-
Membangun kedekatan emosional dengan santri tanpa menghilangkan kewibawaan.
-
Menjadi teladan dalam akhlak sebelum mengajarkan ilmu.
-
Memahami perbedaan karakter santri dan pendekatan yang sesuai.
-
Menguatkan komunikasi yang santun dan penuh hikmah dalam setiap interaksi.
“Guru adalah lentera bagi murid-muridnya. Jika lentera itu bersih dan terang, maka cahayanya akan menerangi banyak orang,” ujar beliau.
Kesan dan Harapan
Kegiatan ini menjadi momen berharga yang memberikan pencerahan dan motivasi bagi seluruh peserta. Para santri mendapatkan pengingat penting tentang adab dalam menuntut ilmu, sementara para asatidz memperoleh penyegaran dalam pendekatan pendidikan yang lebih humanis dan Islami.
Semoga keberkahan ilmu yang disampaikan oleh Syaikh Fahd bin Hasan al-Wad’an senantiasa mengalir dan membawa manfaat besar bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam.
Tetap Terhubung dengan Kami
Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya:
- YouTube: Babussalam As-Sunnah
- Facebook: Yayasan Babussalam Assunnah
- Instagram: @babussalam_assunnah
- Website: Babussalam
- Telegram: Babussalam As-Sunnah