Berteman boleh, tapi… sudah tahu batasnya?

Pertanyaan sederhana ini sering kali luput dari perhatian kita, padahal di usia sekolah dasar, anak-anak mulai sangat aktif bersosialisasi dan mengenal lingkungan sekitarnya. Masa-masa ini adalah fase emas untuk menanamkan pondasi akhlak yang benar sebelum mereka melangkah ke usia aqil baligh.

Di SDTQ Babussalam, anak-anak diajak memahami bahwa dalam Islam, setiap pergaulan memiliki adab dan batasan yang perlu dijaga.


Materi tentang adab bergaul ini kami sampaikan melalui pendekatan yang hangat dan mudah dicerna oleh anak-anak. Kami mulai mengenalkan kepada mereka tentang pentingnya memiliki rasa malu (haya'), yang merupakan mahkota kemuliaan bagi seorang muslim dan muslimah.

Bukan untuk membuat takut berteman, tetapi untuk mengajarkan bagaimana menjaga pandangan, menjaga ucapan, menjaga sikap, dan menjaga hati ketika berinteraksi khususnya dengan lawan jenis.


Dalam praktiknya, anak-anak diajarkan bagaimana cara berkomunikasi secukupnya tanpa harus bercanda berlebihan, serta membiasakan diri untuk berbicara dengan nada yang sopan namun tegas. Ini semua merupakan bentuk kasih sayang dan perlindungan Islam terhadap kehormatan generasi kita.

Sebab menjaga diri bukan berarti menjauhi semua orang, tetapi belajar menempatkan diri sesuai dengan tuntunan syariat.


Dengan pemahaman ini, anak-anak tetap bisa ceria, bermain, dan bersosialisasi secara sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah, namun tetap berada dalam koridor yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Peran serta Ayah dan Bunda di rumah tentu sangat penting untuk terus mengawal dan mencontohkan adab-adab ini di kehidupan sehari-hari.

Dalam acara Keputrian ini, semoga ilmu yang dipelajari menjadi bekal bagi ananda untuk tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan memahami batasan dalam pergaulan.

 


Tetap Terhubung dengan Kami

Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya:

📣
👆 Pengumuman!
📢 Pengumuman Penting!