SMPTQ Babussalam Gelar Kajian Parenting Bertajuk “Rumahku Surgaku Kita Bangun Bersama”
Dalam rangka memperkuat sinergi antara pesantren dan keluarga, SMPTQ Babussalam menyelenggarakan kajian parenting dengan tema penuh makna, “Rumahku Surgaku Kita Bangun Bersama” . Kegiatan ini dihadiri oleh para siswi, orang tua/wali santri, serta dewan asatidzah sebagai upaya bersama membangun generasi Muslimah yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Rumah: Tempat Awal Menanam Iman dan Akhlak
Dalam kajiannya, pemateri menekankan bahwa bagi seorang remaja Muslimah, rumah adalah madrasah pertama dan utama. Di sanalah iman mulai ditanamkan, akhlak mulai dibentuk, dan kebiasaan ibadah mulai dilatih. Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ladang pendidikan karakter yang akan menentukan kualitas seorang Muslimah di masa depan.
“Sebagai remaja Muslimah, kita perlu menyadari bahwa rumah adalah tempat awal kita menanam iman dan akhlak, karena di sanalah tempat kita beribadah dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik.”
Para siswi diajak untuk merefleksikan peran mereka di dalam keluarga. Sebagai anak sekaligus calon ibu masa depan, kebiasaan baik yang mereka bangun sejak remaja akan menjadi bekal berharga kelak ketika mereka memiliki rumah tangga sendiri.
Peran Orang Tua: Mendukung Perjalanan Ilmu Agama Anak
Kajian ini juga menyoroti peran sentral orang tua dalam membimbing dan mendukung perjalanan ilmu agama seorang anak. Orang tua tidak bisa sepenuhnya menyerahkan pendidikan anak hanya kepada sekolah atau pesantren. Ada banyak hal yang hanya bisa diajarkan dan diteladankan di rumah.
Beberapa poin penting terkait peran orang tua yang disampaikan:
Menjadi teladan dalam beribadah – Anak belajar dari apa yang dilihat, bukan hanya dari apa yang didengar.
Menciptakan suasana rumah yang Islami – Dengan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, dan menghidupkan doa-doa harian.
Memberikan perhatian yang hangat – Mendengarkan keluhan anak, memberikan nasihat dengan bijak, dan menghargai pendapat mereka.
Mendampingi anak dalam belajar – Tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun pemahaman agama yang mendalam.
Mendoakan anak setiap saat – Doa orang tua adalah benteng terkuat bagi keselamatan dunia dan akhirat anak.
“Dan peran orang tua sangat penting dalam membimbing dan mendukung perjalanan ilmu agama seorang anak.”
Membangun Rumah yang Dihiasi Iman dan Kasih Sayang
Kajian ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama membangun rumah yang dihiasi iman dan kasih sayang. Baik orang tua maupun anak memiliki tanggung jawab masing-masing:
-
Orang tua bertugas mendidik dengan kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan.
-
Anak bertugas berbakti, menghormati orang tua, dan menjaga kehormatan keluarga.
-
Kolaborasi antara keduanya akan menciptakan rumah yang harmonis, penuh berkah, dan diridhai Allah SWT.
“Rumahku surgaku, kita bangun bersama.” Bukan slogan kosong, tetapi komitmen yang harus diwujudkan dalam keseharian.
Harapan Kegiatan
SMPTQ Babussalam berharap kajian parenting ini menjadi jembatan komunikasi yang lebih baik antara pesantren dan orang tua. Dengan pemahaman yang sama tentang visi pendidikan Islam, diharapkan para siswi tumbuh menjadi generasi Muslimah yang salihah, mampu menjaga kehormatan diri, berbakti kepada orang tua, dan menjadi kebanggaan keluarga serta masyarakat.
“Semoga Allah mudahkan setiap langkah kita dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.”