Mendalami hakikat pengabdian kepada Allah sebagai ilmu paling mulia.
Alhamdulillah, telah terlaksana kajian ilmiah yang sangat mendalam bersama Syaikh Prof. Dr. Ehab Nader Ali Musa. Beliau memaparkan materi krusial mengenai fondasi akidah seorang muslim. Berikut adalah ringkasan poin-poin utama kajian tersebut:
1. Kedudukan Tauhid sebagai Ilmu Paling Mulia
- Tauhid adalah ilmu yang paling mulia karena kemuliaan suatu ilmu bergantung pada kemuliaan objek yang dipelajari, yaitu Allah ﷻ.
- Tauhid memiliki banyak istilah dalam literatur ulama salaf, seperti: Al-Aqidah, Al-Iman, Ushuluddin, As-Sunnah, dan Al-Fiqhul Akbar.
2. Definisi dan Hakikat Tauhid
- Tauhid bukan sekadar ucapan lisan, melainkan keyakinan yang mantap di hati tentang keesaan Allah dan pengabdian hanya kepada-Nya dalam ibadah.
- Rukun Laa Ilaha Illallah: Terdiri dari dua rukun, yaitu Nafi (meniadakan semua sesembahan selain Allah) dan Itsbat (menetapkan ibadah hanya bagi Allah semata).
3. Keutamaan Tauhid yang Sangat Luas
Syaikh memaparkan banyak keutamaan tauhid, di antaranya:
- Tujuan Penciptaan: Allah menciptakan jin dan manusia serta mengutus para Rasul hanya untuk menegakkan tauhid.
- Penghapus Dosa: Tauhid adalah sebab terbesar diampuninya dosa-dosa hamba.
- Kunci Surga dan Keselamatan dari Neraka: Allah mengharamkan neraka bagi siapa pun yang mengucapkan Laa ilaha illallah dengan ikhlas dan benar.
- Sebab Keamanan dan Hidayah: Seseorang akan mendapatkan keamanan dan petunjuk di dunia serta akhirat sebanding dengan tingkat pemurnian tauhidnya.
- Peredam Kesulitan: Tauhid memberikan ketenangan jiwa dan kelapangan dada saat menghadapi musibah.
4. Mewaspadai Syirik
- Syirik adalah lawan dari tauhid dan merupakan dosa paling besar yang tidak diampuni jika dibawa mati tanpa tobat.
- Syaikh menjelaskan perbedaan antara Syirik Akbar (mengeluarkan dari Islam) dan Syirik Ashghar (seperti riya’ dan bersumpah dengan selain Allah).
5. Syarat-Syarat Kalimat Tauhid (Syuruth Laa Ilaha Illallah) Agar kalimat tauhid bermanfaat, harus memenuhi syarat:
- Ilmu (Memahami maknanya)
- Yakin (Tidak ada keraguan sedikit pun)
- Ikhlas (Murni karena Allah)
- Jujur (Tidak munafik)
- Cinta (Mencintai kalimat ini dan apa yang terkandung di dalamnya)
- Tunduk (Inqiyad: Menjalankan konsekuensinya)
- Menerima (Qabul: Tidak menolak syariat Allah)
- Kufur terhadap Thaghut (Mengingkari segala sesembahan selain Allah)
6. Sumber Pengambilan Aqidah
- Sumber utama aqidah adalah Al-Qur’an, As-Sunnah yang shahih, dan Ijma’ para Sahabat.
- Akal adalah alat untuk memahami, namun wahyu tetap menjadi pemimpin dan rujukan utama. Akal yang sehat tidak akan pernah bertentangan dengan dalil yang shahih.
7. Nasihat untuk Penuntut Ilmu
- Syaikh menutup dengan nasihat agar para santri dan mahasiswa bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menjaga waktu, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan utama dalam belajar tauhid.
Tetap Terhubung dengan Kami
Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya:
- YouTube: Babussalam As-Sunnah
- Facebook: Yayasan Babussalam Assunnah
- Instagram: @babussalam_assunnah
- Website: Babussalam
- Telegram: Babussalam As-Sunnah