+62 878-2500-0482 [email protected]

Mendalami makna Aqidah di tanah para Nabi serta benteng ilmu bagi penuntut ilmu.

Telah terlaksana kajian berharga bersama Syaikh Dr. Ali Abu Haniyyah, dai dari Palestina sekaligus murid Syaikh Ali Hasan Al-Halabi. Berikut ringkasan poin pembahasannya:

Palestina: Masalah Aqidah, Bukan Sekadar Geografi

    • Syaikh menekankan bahwa isu Palestina bukan hanya masalah batas wilayah atau politik global, melainkan masalah Agama dan Aqidah.
    • Palestina adalah tanah yang dipilih dan disucikan oleh Allah (Tanah Suci/Ardhul Muqaddasah). Mencintai apa yang dicintai Allah adalah bagian dari iman.

Kaitan Erat Para Nabi dengan Palestina

    • Tanah Para Nabi: Hampir setiap nabi pernah tinggal, lahir, berdakwah, atau dimakamkan di Palestina.
    • Nabi Ibrahim AS: Beliau berhijrah dari Irak ke Syam (Palestina) untuk memurnikan tauhid. Palestina menjadi pusat dakwahnya.
    • Nabi Ya’qub & Nabi Yusuf AS: Memiliki sejarah panjang di tanah ini sebelum akhirnya sejarah membawa keturunan mereka ke Mesir, namun tetap berwasiat untuk dimakamkan di Palestina.
    • Nabi Musa AS: Beliau sangat ingin masuk ke Tanah Suci ini hingga meminta didekatkan makamnya ke Baitul Maqdis saat akan wafat.
    • Nabi Sulaiman AS: Membangun kembali Baitul Maqdis dan memerintah kerajaan besar dari sana.

Keutamaan Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa)

    • Menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum dialihkan ke Ka’bah di Makkah.
    • Tempat terjadinya peristiwa luar biasa Isra’ Mi’raj, di mana Nabi Muhammad ﷺ mengimami seluruh nabi dan rasul dalam satu shalat berjamaah. Ini melambangkan penyerahan “tongkat estafet” kepemimpinan risalah kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Pesan untuk Penuntut Ilmu (Thulabul Ilmi)

    • Syaikh memberikan nasihat khusus kepada para santri agar fokus pada Ilmu Syar’i (Al-Qur’an dan Sunnah) sesuai pemahaman salafus shalih.
    • Beliau menekankan pentingnya menghafal Al-Qur’an sebagai prioritas utama sebelum ilmu lainnya.
    • Ilmu adalah benteng dari dua fitnah besar: Fitnah Syahwat (keinginan duniawi) dan Fitnah Syubhat (pemikiran menyimpang).

Harapan dan Doa

    • Kajian diakhiri dengan harapan agar umat Islam memiliki keterikatan hati yang kuat dengan Baitul Maqdis serta senantiasa mendukung perjuangan di sana melalui jalur yang sesuai dengan tuntunan syariat.

 


Tetap Terhubung dengan Kami

Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya: