Sunday , August 19 2018
Home | Informasi | Andaikan Ini Ramadhan Terakhirku

Andaikan Ini Ramadhan Terakhirku

Wahai Saudaraku…
Yang telah menghabiskan usia tanpa ketaatan…
Yang kebiasaannya penundaan dan pelalaian…

Ramadhan telah hadir padamu…
Kenapa masih juga lalai dan santai…?
Apakah sudah yakin diampuni semua dosa…?

Bergegaslah untuk meraih kesempatan…
Kumpulkan banyak bekal untuk akhirat…
Lelahkan diri dalam berbagai amal shalih…

Abdurrahman bin Mahdi رحمه الله berkata :

“Aku tidak pernah bergaul dengan orang yang lebih perasa dari Sufyan ats-Tsauri. Aku pantau dia dari satu malam ke malam yang lain. Ternyata, ia hanya tidur di permulaan malam, lalu bangun dalam keadaan cemas dan gemetar, sambil berkata :

“Neraka, Neraka. Ingat Neraka membuatku tidak bisa tidur dan lupa syahwat…!”

Setelah itu, ia berwudhu dan berdo’a :

“Ya Allah, Engkau tahu segala kebutuhanku dan aku hanya meminta-Mu membebaskanku dari Neraka…!

Wahai Tuhanku…
kecemasan membuatku menjadi orang perasa dan itu salah satu nikmat yang Engkau berikan kepadaku…

Wahai Tuhanku…
andai aku punya alasan kuat untuk mengisolir dari manusia, aku tidak akan bergaul dengan mereka sekejap mata pun”

Setelah itu, ia shalat dan menangis, hingga tidak bisa membaca al-Qur’an, dan aku tidak dapat mendengar bacaannya, karena tangisannya menjadi-jadi. Aku tidak sanggup melihatnya, karena malu dan segan kepadanya” (Shifatush Shafwah III/149).

Sudah seperti inikah kondisi kita dalam menghayati al-Qur’an yang dibaca, lalu timbul rasa takut kepada Allah Ta’ala di bulan Ramadhan…?

‘Aun bin Abdullah bertanya kepada Abu Ishaq : “Apa yang kini menyisa pada dirimu wahai Abu Ishaq ?” Dia menjawab : “Kini aku tinggal membaca al-Qur’an dalam satu raka’at”. ‘Aun berkata : “Yang menyisa pada dirimu saat ini adalah kebaikanmu, sementara keburukanmu lenyap” (Az-Zuhd no. 2144 oleh Imam Ahmad).

Inilah keadaan para ulama salaf, mereka adalah orang yang paling bersungguh-sungguh beribadah di dalam dan di luar bulan Ramadhan…

Mereka bersedih dan menangis, karena merasa belum banyak mengambil manfaat dari Ramadhan…
Mereka khawatir amal shalih tidak diterima, dan dosa-dosa pun belum dihapuskan.
Mereka berduka, karena boleh jadi tidak akan bertemu lagi bulan Ramadhan yang akan datang…

Wahai Saudaraku…
Jika mereka seperti itu, lalu bagaimana denganmu ? Ucapkan di hati : “Andaikan Ini Ramadhan Terakhirku, lalu kenapa aku tidak bersungguh-sungguh ?”

من تخايل الثواب خف عليه العمل

“Barangsiapa yang membayangkan (besarnya) pahala, maka dia pun akan merasa ringan untuk beramal” (Dzammul Hawa hal 82 oleh Imam Ibnul Jauzi)

 Ustadz Najmi Umar Bakkar

Check Also

Lomba Agustus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Konten dilindungi oleh Admin https//babussalam.sch.id