Meraih Hati yang Lapang dan Hidup Tenang dengan Senantiasa Kembali Kepada Allah

Alhamdulillah, majelis ilmu Kajian Selasa Pagi Pekan ke-3 bersama Ustadz Maududi Abdullah, Lc. di tanggal 20 Oktober 2026 dengan tema “Kembalilah kepada Allah” telah terlaksana dengan baik dan dipenuhi oleh antusiasme para jamaah


Sering kali, kita menganggap bahwa berserah diri dan kembali kepada Sang Pencipta hanyalah sebatas momen ketika kita menyesali dosa. Padahal, Ustadz Maududi memberikan nasihat yang sangat membuka wawasan kita:

"Bahwa kembali kepada Allah tidaklah murni hanya soal taubat."

Sikap kembali kepada-Nya sangat erat kaitannya dengan penyerahan diri secara total atau tawakal, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an: "...Kepadanya aku bertawakal dan kepadanya aku kembali" (QS. Asy-Syura' : 10).


Dalam praktiknya di kehidupan sehari-hari, proses kembali kepada Allah ini diwujudkan melalui amal ibadah kita. Beliau menjelaskan bahwa seluruh ketaatan dan taqorrub adalah bentuk mendekatkan diri kepada Allah. Saat kita salat, berpuasa, atau berbuat kebaikan, sejatinya kita sedang melangkah kembali merengkuh rahmat-Nya.

Lantas, apa keutamaan luar biasa bagi seorang hamba yang senantiasa melatih dirinya untuk kembali kepada Allah?

  • Menjadi Benteng Pelindung: Sifat kembali kepada Allah juga merupakan sifat yang membentengi manusia dari azab. Hati yang terpaut pada-Nya akan senantiasa terjaga dari perbuatan maksiat yang mengundang murka.

  • Menghadirkan Kedamaian Hidup: Tidak ada balasan yang lebih indah di dunia ini selain ketenangan jiwa. Orang yang hatinya selalu kembali kepada Allah hatinya lapang, urusannya lurus dan hidupnya tenang.


Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa kembali kepada-Nya, tidak hanya di saat sempit, namun juga di waktu lapang, dan memudahkan langkah kita dalam ketaatan. Aamiin.

 


Tetap Terhubung dengan Kami

Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya:

📣
👆 Pengumuman!
📢 Pengumuman Penting!