


SMPTQ & SMATQ Babussalam Gelar Kajian Muslimah: Menjadi Perempuan Mulia di Sisi Allah, Bukan di Mata Manusia
SMPTQ & SMATQ Babussalam menggelar kajian muslimah yang dihadiri oleh para siswi dengan penuh antusiasme. Kajian bertajuk tentang perempuan hebat dan perempuan lemah ini disampaikan oleh narasumber inspiratif, Ustadzah Arfah Ummu Faynan, Lc., MA, pada tanggal 13 September 2026 di Gedung SMPTQ & SMATQ Babussalam.
Kajian ini menyentuh hati para peserta dengan pesan mendalam tentang bagaimana menjadi perempuan yang mulia di sisi Allah, bukan sekadar tampak kuat dan sukses di mata manusia.
Pesan Utama: Kemuliaan Sejati di Sisi Allah
"Perempuan yang mungkin terlihat lemah di mata manusia bisa sangat mulia di sisi Allah karena kesabaran dan ketakwaannya. Sebaliknya, seseorang yang terlihat kuat dan sukses di mata manusia belum tentu memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah."
Pesan ini menjadi landasan utama dalam kajian tersebut. Para siswi diajak untuk memahami bahwa ukuran kemuliaan bukanlah popularitas, pengakuan, atau pujian manusia, melainkan ketakwaan, kesabaran, dan keridhaan Allah.
Peran Istri sebagai Pemimpin di Rumah
Ustadzah Arfah juga menjelaskan tentang peran penting seorang istri dalam keluarga:
"Setiap istri adalah pemimpin di rumah suaminya. Jadi pemimpin di sini tentu kepemimpinan yang terbatas, kepemimpinan di bawah suami ya. Maka kita menjadi penanggung jawab terhadap isi rumah dan juga anak-anak, semuanya itu adalah tanggung jawab kita sebagai seorang istri dan ibu."
Pesan ini mengingatkan bahwa kepemimpinan seorang perempuan dalam keluarga adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Perbandingan: Perempuan Hebat vs Perempuan Lemah
Dalam kajiannya, Ustadzah Arfah menyampaikan perbandingan yang jelas antara ciri-ciri perempuan hebat dan perempuan lemah:
Perempuan Hebat:
-
Mencari ridha Allah.
-
Melihat nikmat sebagai karunia Allah.
-
Tetap sabar meski sedang terluka.
-
Tidak bergantung pada pujian manusia.
Perempuan Lemah:
-
Mencari ridha manusia.
-
Melihat nikmat sebagai hasil kemampuannya sendiri.
-
Larut dalam kesedihan ketika terluka.
-
Membutuhkan pujian untuk merasa berharga, haus validasi, ingin dipuji.
Perbandingan ini menjadi cermin bagi para siswi untuk mengevaluasi diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih kuat, bukan dalam arti fisik, tetapi dalam iman dan ketakwaan.
Terima Kasih dan Harapan
"Jazaakumullahu khoiron kepada pemateri dan para peserta atas antusiasmenya dalam mengikuti kajian. Semoga kita dapat mengambil faedah atas ilmu yang telah disampaikan, dan semoga Allah berikan pahala dan ilmu yang bermanfaat."
Kajian ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswi dalam menjalani kehidupan sebagai muslimah yang tangguh, sabar, dan selalu mencari ridha Allah.
"Sampai bertemu di kajian-kajian berikutnya."
Tetap Terhubung dengan Kami
Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya:
- YouTube: Babussalam As-Sunnah
- Facebook: Yayasan Babussalam Assunnah
- Instagram: @babussalam_assunnah
- Website: Babussalam
- Telegram: Babussalam As-Sunnah
